Tekanan Darah Tinggi Baru Ketahuan Saat Mau Operasi? Jangan Anggap Sepele

Oleh: Amaliarf 12 Juni 2026 11:14:02
0 Komentar 20 Penonton


"Pak, operasi hari ini terpaksa ditunda karena tekanan darah Bapak terlalu tinggi."

Kalimat seperti ini ternyata cukup sering terjadi di rumah sakit. Banyak orang merasa sehat, tetap bekerja, beraktivitas normal, bahkan tidak memiliki keluhan apa pun. Namun saat menjalani pemeriksaan sebelum operasi, cabut gigi, atau tindakan medis lainnya, tekanan darah justru ditemukan berada pada angka yang berbahaya.

Tidak sedikit yang terkejut.

"Saya tidak pernah merasa pusing, Dok."

Padahal, hipertensi memang sering dijuluki sebagai "silent killer" karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas selama bertahun-tahun.

Merasa Sehat Belum Tentu Tekanan Darah Normal

Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah menganggap hipertensi selalu ditandai dengan sakit kepala atau pusing.

Faktanya, banyak pasien baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, skrining kerja, pemeriksaan sebelum operasi, atau saat datang berobat karena penyakit lain.

Dalam kondisi tertentu, tekanan darah yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi saat tindakan medis dilakukan. Oleh karena itu, dokter sering kali perlu menunda operasi atau prosedur tertentu hingga tekanan darah pasien lebih terkontrol.

Bukan karena rumah sakit mempersulit proses pengobatan, melainkan untuk menjaga keselamatan pasien.

"Cuma Kurang Tidur" yang Ternyata Sudah Bertahun-Tahun Hipertensi

Ada juga kasus yang cukup sering ditemui.

Seseorang mengeluhkan sakit kepala di pagi hari, tengkuk terasa berat, mudah lelah, atau sesekali mimisan. Keluhan tersebut dianggap biasa karena faktor pekerjaan, stres, atau kurang tidur.

Namun setelah diperiksa, tekanan darah ternyata sudah berada di angka yang jauh di atas normal. Lebih mengkhawatirkan, hipertensi yang tidak terkontrol dapat diam-diam merusak organ tubuh seperti:

  • Jantung
  • Otak
  • Ginjal
  • Mata
  • Pembuluh darah

Kerusakan ini sering kali baru diketahui setelah muncul komplikasi seperti stroke, gagal jantung, atau gangguan ginjal.
Baca Juga: Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi), Ancaman Diam-Diam yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Masih Muda Bukan Berarti Aman

Hipertensi tidak lagi hanya ditemukan pada usia lanjut.

Saat ini, tekanan darah tinggi juga semakin sering ditemukan pada usia produktif, bahkan di bawah 40 tahun. Pola hidup modern menjadi salah satu penyebabnya, seperti:

  • Konsumsi makanan tinggi garam dan tinggi lemak
  • Kurang aktivitas fisik
  • Kebiasaan begadang
  • Stres berkepanjangan
  • Merokok
  • Berat badan berlebih

Karena gejalanya sering tidak terasa, banyak orang menunda pemeriksaan hingga kondisinya sudah cukup serius.
Baca juga: Hipertensi dan Diabetes Kini Menyerang Usia Muda, Kenapa Bisa?

Kapan Terakhir Kali Sobat Roemani Cek Tekanan Darah?

Pertanyaan sederhana ini sering kali sulit dijawab.

Padahal pemeriksaan tekanan darah merupakan salah satu langkah paling mudah, cepat, dan murah untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh.

Jangan menunggu muncul keluhan berat.

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda memiliki faktor risiko seperti:

  • Riwayat hipertensi dalam keluarga
  • Usia di atas 30 tahun
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Kurang olahraga
  • Sering mengonsumsi makanan asin atau instan

Semakin dini hipertensi ditemukan, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.

Jangan Tunggu Stroke Menjadi Tanda Pertama

Hipertensi bukan penyakit yang menakutkan jika diketahui sejak awal dan dikendalikan dengan baik. Yang perlu diwaspadai adalah ketika tekanan darah tinggi tidak pernah diperiksa, tidak terdeteksi, atau diabaikan selama bertahun-tahun.

Mulailah lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga. Luangkan waktu untuk memeriksa tekanan darah secara berkala, menjaga pola makan sehat, aktif bergerak, mengelola stres, dan menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Ingat, hipertensi sering tidak menimbulkan gejala apa pun. Banyak kasus baru diketahui setelah muncul komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah terbaik untuk melindungi kesehatan Sobat Roemani..

Yuk, lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin melalui Layanan Medical Check Up (MCU) dan jangan menunggu muncul keluhan. Jika Sobat Roemani memiliki faktor risiko hipertensi atau hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah yang tidak normal, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Semakin dini diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih serius di masa depan.

Informasi & pendaftaran Layanan:
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260

📅Cek Jadwal Poliklinik RS Roemani

📅 Pendaftaran Online RS Roemani


Poliklinik Buka
Senin - Jumat     07.00 - 21.00
Sabtu                  07.00 - 19.00


Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang

Rumah Sehat Keluarga Islami


Tags:
hipertensi tekanan darah tinggi gejala hipertensi cek tekanan darah hipertensi usia muda risiko stroke dokter penyakit dalam Semarang RS Roemani Semarang komplikasi hipertensi MCU Semarang

Tidak ada Komentar

Komentar Baru