Burnout pada Tenaga Kesehatan, Menjaga yang Merawat Agar Tetap Sehat
- 09 Juli 2026
- 58

"Kerja Depan Laptop, Istirahatnya Malah Scroll TikTok"
"Baru sebentar lihat HP kok mata sudah pegal, ya?"
Kalimat seperti ini mungkin pernah Sobat Roemani ucapkan. Awalnya hanya terasa perih, penglihatan sedikit buram, atau mata terasa kering setelah bekerja di depan laptop. Setelah beristirahat beberapa menit, keluhan memang biasanya berkurang sehingga sering dianggap sepele.
Namun, bayangkan rutinitas ini terjadi setiap hari. Delapan jam bekerja di depan komputer, diselingi membalas pesan melalui smartphone, lalu malam hari menonton serial favorit sebelum tidur. Tanpa disadari, mata hampir tidak pernah benar-benar beristirahat.
Fenomena inilah yang kini semakin sering terjadi di era digital. Bukan hanya menyebabkan mata lelah, paparan layar yang terus-menerus juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mata dan proses penuaan pada jaringan mata, terutama bila disertai pola hidup yang kurang sehat.
Banyak orang rela mengeluarkan biaya untuk skincare agar kulit tetap sehat dan tampak awet muda. Padahal, mata juga mengalami proses penuaan.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan retina dan lensa mata akan menurun secara alami. Namun, gaya hidup modern seperti penggunaan gadget yang berlebihan, kurang tidur, serta minim konsumsi makanan bergizi dapat mempercepat munculnya keluhan pada mata.
Mata merupakan salah satu organ yang bekerja paling keras setiap hari. Sayangnya, perhatian terhadap kesehatan mata sering baru muncul ketika penglihatan mulai terganggu.
Sindrom Mata Digital atau Digital Eye Strain (Computer Vision Syndrome) adalah kumpulan keluhan pada mata dan penglihatan akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama.
Saat menatap layar, frekuensi berkedip dapat berkurang hingga hampir setengah dari kondisi normal. Akibatnya, permukaan mata menjadi lebih cepat kering dan tidak nyaman.
Keluhan yang paling sering muncul meliputi:
Keluhan ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga lansia yang aktif menggunakan gadget.
Layar smartphone, tablet, komputer, dan televisi memancarkan cahaya biru (blue light) dalam jumlah tertentu.
Hingga saat ini, penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dari perangkat digital pada tingkat penggunaan normal belum terbukti secara langsung menyebabkan kerusakan permanen pada retina. Namun, paparan layar dalam waktu lama dapat meningkatkan kelelahan mata, mengganggu ritme tidur karena memengaruhi produksi hormon melatonin, dan memperparah gejala sindrom mata digital.
Dengan kata lain, masalah utamanya bukan hanya sinar biru, tetapi juga durasi penggunaan layar, kurangnya waktu istirahat mata, serta kebiasaan melihat layar dari jarak yang terlalu dekat.
Jawabannya, ya.
Seperti organ tubuh lainnya, mata juga mengalami proses penuaan.
Seiring bertambahnya usia, retina akan mengalami penurunan fungsi akibat stres oksidatif yang berlangsung bertahun-tahun. Bila gaya hidup tidak sehat terus berlanjut, proses ini dapat terjadi lebih cepat.
Beberapa perubahan yang dapat terjadi antara lain:
Penurunan sensitivitas terhadap cahaya
Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata sebaiknya dimulai sejak usia produktif, bukan menunggu muncul gangguan penglihatan.
Baca juga : Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Anak

Selain mengurangi paparan layar, mata juga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup.
Beberapa nutrisi yang terbukti berperan penting bagi kesehatan mata antara lain:
1. Lutein dan Zeaxanthin
Lutein dan zeaxanthin merupakan antioksidan alami yang banyak terdapat pada retina. Kedua zat ini membantu menyaring sebagian cahaya berenergi tinggi dan melindungi sel retina dari stres oksidatif.
Sumber makanan:
2. Vitamin A
Vitamin A membantu menjaga kesehatan kornea dan mendukung penglihatan, terutama pada malam hari.
Sumber makanan:
3. Vitamin C dan Vitamin E
Kedua vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi jaringan mata dari kerusakan akibat radikal bebas.
Sumber makanan:
4. Omega-3
Asam lemak omega-3 membantu menjaga lapisan air mata sehingga dapat mengurangi gejala mata kering.
Sumber makanan:
Bila kebutuhan nutrisi sulit dipenuhi dari makanan sehari-hari, suplemen yang mengandung lutein, zeaxanthin, omega-3, atau vitamin tertentu dapat dipertimbangkan sesuai kondisi masing-masing.
Namun, suplemen bukan pengganti pola makan sehat. Konsumsi suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan dianjurkan setelah berkonsultasi dengan dokter, terutama bagi penderita penyakit tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat rutin.
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko sindrom mata digital, antara lain:
Pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksi berbagai kelainan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Terlebih bila Sobat Roemani bekerja di depan komputer lebih dari 6 jam setiap hari, memiliki diabetes, hipertensi, menggunakan kacamata, atau mulai merasakan mata sering lelah, kering, maupun penglihatan kabur.
Mata yang sehat bukan hanya membuat aktivitas lebih nyaman, tetapi juga menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.
Apabila Sobat Roemani mulai mengalami mata cepat lelah, sering buram setelah menggunakan gadget, mata kering, atau keluhan penglihatan lainnya, jangan menunggu hingga kondisi semakin mengganggu.
RS Roemani Muhammadiyah Semarang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan mata oleh dokter spesialis mata untuk membantu mendeteksi dan menangani berbagai gangguan penglihatan sejak dini.
Jadwalkan pemeriksaan mata Sobat Roemani di RS Roemani Muhammadiyah Semarang dan lindungi kesehatan penglihatan mulai hari ini. Karena mata yang sehat adalah investasi untuk masa depan.
Mata Juga Butuh Self Care, Bukan Cuma Skincare !
bersama RS Roemani - Rumah Sehat Keluarga Islami
Cek jadwal dokter spesialis mata disini
📍 Instalasi Poli Eksekutif Ibrahim Tower– RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Buka
Senin - Sabtu 07.00 - 21.00
RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami.
Tidak ada Komentar