Pemeriksaan BIA Kini Hadir di RS Roemani, Ketahui Komposisi Tubuh Lebih Akurat Bersama Dokter Spesialis Gizi Klinis | RS Roemani
- 31 Juli 2026
- 58
Menurunkan berat badan menjadi salah satu tujuan kesehatan yang paling banyak dilakukan masyarakat. Namun, masih banyak yang beranggapan bahwa angka pada timbangan merupakan satu-satunya indikator keberhasilan diet. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Berat badan yang turun belum tentu berasal dari berkurangnya lemak tubuh. Dalam beberapa kasus, yang justru berkurang adalah massa otot atau cairan tubuh. Sebaliknya, ada pula seseorang yang memiliki berat badan normal, tetapi kadar lemak tubuhnya tinggi sehingga tetap memiliki risiko mengalami penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.
Karena itu, mengetahui komposisi tubuh jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui berat badan. Untuk membantu masyarakat memperoleh gambaran kondisi tubuh yang lebih akurat, RS Roemani Muhammadiyah Semarang kini menghadirkan layanan pemeriksaan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) yang dilakukan bersamaan dengan konsultasi bersama Dokter Spesialis Gizi Klinis.
Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) adalah metode pemeriksaan yang digunakan untuk menganalisis komposisi tubuh menggunakan arus listrik berintensitas sangat rendah yang aman, tidak menimbulkan rasa sakit, dan bersifat non-invasif.
Arus listrik tersebut akan mengalir melalui tubuh untuk mengukur hambatan (impedance) dari berbagai jaringan tubuh. Karena otot, lemak, tulang, dan cairan memiliki karakteristik yang berbeda dalam menghantarkan listrik, alat BIA dapat menghitung berbagai parameter komposisi tubuh secara cepat dan akurat.
Pemeriksaan ini hanya memerlukan waktu sekitar 2–5 menit. Pasien cukup berdiri di atas alat dan memegang elektroda sesuai petunjuk. Setelah pemeriksaan selesai, hasil akan langsung muncul dan dapat dijelaskan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinis.
Dengan pemeriksaan ini, dokter tidak hanya melihat angka berat badan, tetapi juga memahami kondisi tubuh secara menyeluruh sehingga rekomendasi nutrisi dan gaya hidup dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu.
Banyak orang merasa berhasil menjalani diet karena berat badannya turun beberapa kilogram. Namun tanpa mengetahui komposisi tubuh, sulit dipastikan apakah penurunan tersebut benar-benar berasal dari lemak atau justru dari massa otot.
Padahal, massa otot sangat penting untuk menjaga metabolisme tubuh. Jika massa otot ikut berkurang, metabolisme dapat melambat sehingga berat badan lebih mudah naik kembali.
Melalui pemeriksaan BIA, seseorang dapat mengetahui kondisi tubuh secara objektif sehingga program diet maupun olahraga menjadi lebih terarah.

Salah satu keunggulan BIA adalah kemampuannya memberikan analisis komposisi tubuh secara lengkap.
Merupakan total berat tubuh yang menjadi dasar berbagai perhitungan komposisi tubuh.
BMI merupakan indeks massa tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang berada pada kategori berat badan kurang, normal, berlebih, atau obesitas.
Namun BMI memiliki keterbatasan karena tidak dapat membedakan apakah berat badan berasal dari lemak atau massa otot. Oleh karena itu, hasil BMI sebaiknya dikombinasikan dengan pemeriksaan BIA.
Menunjukkan jumlah lemak dalam tubuh dibandingkan dengan total berat badan.
Persentase lemak yang terlalu tinggi meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti:
Sebaliknya, kadar lemak yang terlalu rendah juga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan fungsi tubuh.
Lemak visceral merupakan lemak yang berada di sekitar organ-organ penting seperti hati, pankreas, dan usus.
Jenis lemak ini jauh lebih berbahaya dibandingkan lemak yang berada di bawah kulit karena berhubungan erat dengan:
Semakin tinggi nilai visceral fat, semakin tinggi pula risiko penyakit kronis.
Massa otot menunjukkan jumlah otot aktif yang dimiliki tubuh.
Otot memiliki peran penting dalam:
Selama menjalani program penurunan berat badan, target utamanya adalah mengurangi lemak sambil mempertahankan massa otot.
Merupakan seluruh komponen tubuh selain lemak, meliputi:
Parameter ini membantu dokter menilai kualitas komposisi tubuh seseorang.
BIA juga mampu mengukur jumlah cairan di dalam tubuh.
Keseimbangan cairan penting untuk:
Memberikan estimasi massa mineral tulang.
Informasi ini membantu memantau kesehatan tulang, terutama pada:
Protein merupakan komponen utama pembentuk:
Nilai protein tubuh yang rendah dapat menunjukkan perlunya perbaikan asupan nutrisi.
BMR adalah jumlah kalori minimum yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi vital saat sedang beristirahat.
Informasi ini sangat membantu dokter dalam menentukan:
Beberapa alat BIA juga mampu memperkirakan usia metabolik berdasarkan kondisi tubuh.
Jika usia metabolik lebih tinggi daripada usia sebenarnya, hal tersebut dapat menjadi sinyal bahwa pola makan, aktivitas fisik, maupun gaya hidup perlu diperbaiki.
Pemeriksaan ini direkomendasikan bagi:
Hasil pemeriksaan BIA terdiri dari berbagai angka dan parameter yang saling berkaitan. Oleh karena itu, interpretasinya tidak cukup hanya melihat apakah suatu nilai tinggi atau rendah.
Melalui konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinis, setiap hasil akan dievaluasi bersama kondisi kesehatan, riwayat penyakit, kebiasaan makan, aktivitas fisik, hingga target yang ingin dicapai.
Berdasarkan hasil tersebut, dokter dapat menyusun program yang lebih personal, antara lain:
Dengan demikian, tujuan program bukan hanya menurunkan berat badan, tetapi memperbaiki kualitas komposisi tubuh secara menyeluruh.
Komposisi tubuh akan terus berubah seiring perubahan pola makan, aktivitas fisik, usia, maupun kondisi kesehatan. Pemeriksaan secara berkala membantu dokter untuk:
Melalui pemantauan yang rutin, setiap perubahan dapat dievaluasi secara objektif sehingga program hidup sehat menjadi lebih efektif.
.jpg)
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif, RS Roemani Muhammadiyah Semarang kini menyediakan layanan pemeriksaan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) yang terintegrasi dengan konsultasi Dokter Spesialis Gizi Klinis.
Layanan ini membantu masyarakat memahami kondisi tubuh secara lebih mendalam, bukan hanya melalui angka pada timbangan, tetapi melalui analisis komposisi tubuh yang lengkap. Hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam menyusun program nutrisi, pengelolaan berat badan, hingga pencegahan penyakit metabolik secara lebih tepat sasaran.
Baik Sobat Roemani sedang menjalani program diet, ingin meningkatkan massa otot, mengelola penyakit kronis, maupun sekadar ingin mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh, pemeriksaan BIA dapat menjadi langkah awal menuju hidup yang lebih sehat.
Dengan dukungan teknologi Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dan pendampingan Dokter Spesialis Gizi Klinis dr. Aulia Parvasani, Sp.GK. RS Roemani Muhammadiyah Semarang siap membantu Sobat Roemanimencapai target kesehatan secara aman, terukur, dan berkelanjutan.
Daftar dan jadwalkan konsultasimu disini : Pendaftaran Klinik Gizi
Layanan Gizi RS Roemani Semarang | Spesialis Gizi Klinis & Konsultasi Ahli Gizi
📍 Instalasi Poli Eksekutif Ibrahim Tower– RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📱 Marketing (rekanan & kerja sama): 0812 2691 6238
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Buka
Senin - Sabtu 07.00 - 21.00
RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami.
Tidak ada Komentar