Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Liburan, Tugas Orang Tua yang Sering Terlupakan | RS Roemani

Oleh: Amaliarf 30 Juni 2026 11:26:13
0 Komentar 25 Penonton
Liburan sekolah bukan hanya waktu bermain, tetapi juga kesempatan menjaga kesehatan mental anak. Simak tips parenting Islami dan cara menciptakan liburan yang bermakna bagi tumbuh kembang anak.

Liburan sekolah selalu identik dengan kata "senang". Tidak ada PR, tidak perlu bangun pagi, dan anak punya lebih banyak waktu bermain. Namun di balik suasana yang menyenangkan, ada satu hal yang sering luput dari perhatian orang tua, yaitu kesehatan mental anak.

Banyak orang tua mengira kesehatan mental hanya berkaitan dengan stres berat atau gangguan psikologis. Padahal, kesehatan mental juga mencakup bagaimana anak merasa dicintai, didengar, dihargai, mampu mengelola emosi, dan menikmati masa kecilnya.

Justru ketika rutinitas sekolah berhenti, orang tua memiliki kesempatan emas untuk membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan anak.

Fenomena yang Relate Selama Liburan

Coba perhatikan situasi berikut.

  • Anak bangun tidur langsung mencari gadget.
  • Orang tua sibuk bekerja dari rumah, sementara anak menghabiskan waktu dengan YouTube atau game.
  • Liburan diisi les tambahan setiap hari hingga anak justru merasa lelah.
  • Satu rumah bersama, tetapi masing-masing sibuk dengan layar sendiri.

Ironisnya, banyak keluarga yang "berlibur bersama" tetapi hampir tidak memiliki waktu berkualitas untuk saling berbicara.

Liburan yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dapat berubah menjadi masa yang membosankan, membuat anak lebih mudah marah, cemas, sulit tidur, atau merasa kesepian.

Fakta Menarik Tentang Kesehatan Mental Anak

Beberapa fakta berikut menunjukkan mengapa kesehatan mental anak perlu menjadi perhatian sejak dini.

1. Setengah dari gangguan kesehatan mental dimulai sebelum usia 18 tahun.

Masa anak-anak hingga remaja merupakan periode penting pembentukan otak, karakter, kemampuan mengelola emosi, dan keterampilan sosial. Apa yang dialami anak hari ini dapat memengaruhi kesehatan mentalnya hingga dewasa.

2. Lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar.

WHO menjelaskan bahwa kualitas lingkungan tempat anak tumbuh menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kesejahteraan psikologisnya. Anak yang mendapatkan rasa aman, perhatian, dan dukungan emosional memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup.

3. Bermain bersama lebih bermanfaat daripada sekadar memberikan hiburan digital.

Aktivitas fisik, membaca buku bersama, bercerita, hingga bermain di luar rumah membantu perkembangan emosi, kemampuan sosial, dan kreativitas anak. Sebaliknya, penggunaan gadget tanpa batas dapat mengurangi interaksi yang sangat dibutuhkan anak selama masa tumbuh kembang.

Parenting Ala Rasulullah
Anak Butuh Kehadiran, Bukan Sekadar Hadiah

Dalam Islam, mendidik anak bukan hanya memenuhi kebutuhan makan, pakaian, atau pendidikan, tetapi juga memberikan kasih sayang dan perhatian.

Rasulullah ﷺ dikenal sebagai sosok yang sangat lembut kepada anak-anak. Beliau sering memangku cucunya, menggendong mereka, mencium mereka, bahkan memperpanjang sujud ketika cucunya menaiki punggung beliau saat salat.

Sikap ini mengajarkan bahwa kehadiran emosional orang tua merupakan bentuk kasih sayang yang sangat berharga.

Allah SWT juga berfirman: 
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menjadikan untukmu pasangan hidup agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."
(QS. Ar-Rum: 21)

Nilai kasih sayang (rahmah) inilah yang menjadi pondasi keluarga Islami.

Bagi anak, perhatian sederhana seperti mendengarkan cerita mereka, bermain bersama, atau makan tanpa gangguan ponsel sering kali jauh lebih bermakna dibandingkan hadiah mahal.

Liburan Tidak Harus Mewah, yang Penting Bermakna

Banyak orang tua merasa harus mengajak anak ke tempat wisata agar liburan terasa berkesan. Padahal, yang paling diingat anak bukan harga tiketnya, melainkan kebersamaan.

Beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memasak bersama di rumah.
  • Salat berjamaah lalu membaca kisah nabi.
  • Bersepeda atau berjalan pagi bersama.
  • Berkebun atau merawat tanaman.
  • Piknik sederhana di taman.
  • Membaca buku dan berdiskusi.
  • Mengunjungi kakek nenek atau keluarga.

Kegiatan sederhana seperti ini mampu mempererat hubungan emosional sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.
Baca Juga: “Drama” Remaja - Waspadai Sinyal Stres di Balik Sikap Menarik Diri dan Pemberontakan

Tanda Anak Menikmati Liburan dengan Sehat Secara Mental

Liburan yang sehat bukan berarti anak selalu tertawa sepanjang hari. Namun, beberapa tanda berikut menunjukkan kondisi psikologis yang baik:

  • Anak mudah mengungkapkan perasaannya.
  • Tidur lebih teratur.
  • Tetap aktif bergerak dan bermain.
  • Mau berinteraksi dengan keluarga.
  • Tidak terus-menerus meminta gadget.
  • Terlihat lebih rileks dan ceria.

Sebaliknya, apabila anak tampak menarik diri, mudah marah, sulit tidur, kehilangan minat bermain, atau menunjukkan perubahan perilaku yang menetap, orang tua sebaiknya mulai memberikan perhatian lebih dan berkonsultasi dengan tenaga profesional bila diperlukan.

Jadikan Liburan Sebagai Investasi Kesehatan Mental Anak

Nilai rapor memang penting, tetapi kesehatan mental anak akan menjadi bekal yang jauh lebih panjang untuk kehidupannya.
Liburan sekolah bukan sekadar waktu untuk mengisi hari tanpa belajar. Ini adalah kesempatan membangun kedekatan, menanamkan nilai agama, memperkuat rasa aman, dan menciptakan kenangan indah bersama keluarga.
Karena pada akhirnya, anak mungkin akan lupa ke mana ia pergi saat liburan. Namun, ia akan selalu mengingat bagaimana orang tuanya membuatnya merasa dicintai.

Jaga Tumbuh Kembang Emosi Anak Bersama Psikolog RS Roemani

Kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisiknya. Jika selama liburan Sobat Roemani melihat anak lebih mudah marah, sulit mengendalikan emosi, menarik diri dari lingkungan, mengalami perubahan perilaku, atau membutuhkan pendampingan untuk tumbuh kembangnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.

Poliklinik Psikologi RS Roemani Muhammadiyah, tersedia berbagai layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak dan keluarga, di antaranya:

  • Konsultasi Psikologi Anak dan Remaja, untuk membantu mengatasi masalah emosi, perilaku, adaptasi sekolah, maupun hubungan sosial.
  • Parenting Counseling, sebagai pendampingan bagi orang tua dalam memahami pola asuh yang sesuai dengan usia dan karakter anak.
  • Tes Psikologi Anak, untuk membantu mengenali potensi, karakter, kemampuan kognitif, maupun hambatan belajar.
  • Tes Minat dan Bakat, membantu orang tua dan anak mengenali potensi diri sebagai bekal dalam menentukan arah pendidikan dan pengembangan kemampuan.
  • Asesmen Psikologis, sebagai evaluasi yang lebih mendalam apabila terdapat indikasi gangguan perkembangan, perilaku, atau kebutuhan khusus lainnya.

Liburan sekolah bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi tumbuh kembang sekaligus memastikan kondisi psikologis anak tetap optimal sebelum kembali ke rutinitas belajar.
Apabila orang tua merasa anak menunjukkan perubahan perilaku yang berlangsung terus-menerus, mengalami kesulitan mengelola emosi, atau ingin mengetahui potensi dan gaya belajar anak lebih dini, berkonsultasi dengan psikolog merupakan langkah yang bijak. Penanganan sejak awal dapat membantu anak tumbuh lebih percaya diri dan berkembang secara optimal.

Percayakan konsultasi Psikolog dan Psikiater kepada RS Roemani Muhammadiyah Semarang 

Cek jadwal & Daftar online sekarang
Mari wujudkan generasi yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual bersama RS Roemani Muhammadiyah Semarang, Rumah Sehat Keluarga Islami.

Lokasi dan Informasi Layanan

📍 Instalasi Poli Rawat jalan – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260

📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani

📅 Pendaftaran Online RS Roemani


Buka

Senin - Jumat     07.00 - 21.00

Sabtu                  07.00 - 19.00


RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami.



Referensi

  • World Health Organization. Improving the Mental and Brain Health of Children and Adolescents.
  • World Health Organization & UNICEF. Joint Programme on Mental Health and Psychosocial Well-being of Children and Adolescents.
  • World Health Organization. To Grow Up Healthy, Children Need to Sit Less and Play More.
  • UNICEF Indonesia. Hak dan Perlindungan Anak dalam Islam.
  • UNICEF. Handling the Holidays: Helping Children Thrive During School Breaks.
Tags:
kesehatan mental anak selama liburan psikolog anak Semarang konsultasi psikologi anak tes minat bakat Semarang parenting Islami untuk anak Psikologi RS Roemani

Tidak ada Komentar

Komentar Baru