Liburan Sekolah Saatnya Periksa Gigi Anak! Jangan Sampai Sakit Gigi Merusak Momen Liburan
- 29 Juni 2026
- 51
Liburan sekolah bukan hanya waktu bermain, tetapi juga kesempatan menjaga kesehatan mental anak. Simak tips parenting Islami dan cara menciptakan liburan yang bermakna bagi tumbuh kembang anak.Liburan sekolah selalu identik dengan kata "senang". Tidak ada PR, tidak perlu bangun pagi, dan anak punya lebih banyak waktu bermain. Namun di balik suasana yang menyenangkan, ada satu hal yang sering luput dari perhatian orang tua, yaitu kesehatan mental anak.
Banyak orang tua mengira kesehatan mental hanya berkaitan dengan stres berat atau gangguan psikologis. Padahal, kesehatan mental juga mencakup bagaimana anak merasa dicintai, didengar, dihargai, mampu mengelola emosi, dan menikmati masa kecilnya.
Justru ketika rutinitas sekolah berhenti, orang tua memiliki kesempatan emas untuk membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan anak.
Coba perhatikan situasi berikut.
Ironisnya, banyak keluarga yang "berlibur bersama" tetapi hampir tidak memiliki waktu berkualitas untuk saling berbicara.
Liburan yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dapat berubah menjadi masa yang membosankan, membuat anak lebih mudah marah, cemas, sulit tidur, atau merasa kesepian.
Beberapa fakta berikut menunjukkan mengapa kesehatan mental anak perlu menjadi perhatian sejak dini.
1. Setengah dari gangguan kesehatan mental dimulai sebelum usia 18 tahun.
Masa anak-anak hingga remaja merupakan periode penting pembentukan otak, karakter, kemampuan mengelola emosi, dan keterampilan sosial. Apa yang dialami anak hari ini dapat memengaruhi kesehatan mentalnya hingga dewasa.
2. Lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar.
WHO menjelaskan bahwa kualitas lingkungan tempat anak tumbuh menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kesejahteraan psikologisnya. Anak yang mendapatkan rasa aman, perhatian, dan dukungan emosional memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup.
3. Bermain bersama lebih bermanfaat daripada sekadar memberikan hiburan digital.
Aktivitas fisik, membaca buku bersama, bercerita, hingga bermain di luar rumah membantu perkembangan emosi, kemampuan sosial, dan kreativitas anak. Sebaliknya, penggunaan gadget tanpa batas dapat mengurangi interaksi yang sangat dibutuhkan anak selama masa tumbuh kembang.
Dalam Islam, mendidik anak bukan hanya memenuhi kebutuhan makan, pakaian, atau pendidikan, tetapi juga memberikan kasih sayang dan perhatian.
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai sosok yang sangat lembut kepada anak-anak. Beliau sering memangku cucunya, menggendong mereka, mencium mereka, bahkan memperpanjang sujud ketika cucunya menaiki punggung beliau saat salat.
Sikap ini mengajarkan bahwa kehadiran emosional orang tua merupakan bentuk kasih sayang yang sangat berharga.
Nilai kasih sayang (rahmah) inilah yang menjadi pondasi keluarga Islami.
Bagi anak, perhatian sederhana seperti mendengarkan cerita mereka, bermain bersama, atau makan tanpa gangguan ponsel sering kali jauh lebih bermakna dibandingkan hadiah mahal.

Banyak orang tua merasa harus mengajak anak ke tempat wisata agar liburan terasa berkesan. Padahal, yang paling diingat anak bukan harga tiketnya, melainkan kebersamaan.
Beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
Kegiatan sederhana seperti ini mampu mempererat hubungan emosional sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.
Baca Juga: “Drama” Remaja - Waspadai Sinyal Stres di Balik Sikap Menarik Diri dan Pemberontakan
Liburan yang sehat bukan berarti anak selalu tertawa sepanjang hari. Namun, beberapa tanda berikut menunjukkan kondisi psikologis yang baik:
Sebaliknya, apabila anak tampak menarik diri, mudah marah, sulit tidur, kehilangan minat bermain, atau menunjukkan perubahan perilaku yang menetap, orang tua sebaiknya mulai memberikan perhatian lebih dan berkonsultasi dengan tenaga profesional bila diperlukan.
Kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisiknya. Jika selama liburan Sobat Roemani melihat anak lebih mudah marah, sulit mengendalikan emosi, menarik diri dari lingkungan, mengalami perubahan perilaku, atau membutuhkan pendampingan untuk tumbuh kembangnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Poliklinik Psikologi RS Roemani Muhammadiyah, tersedia berbagai layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak dan keluarga, di antaranya:
Liburan sekolah bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi tumbuh kembang sekaligus memastikan kondisi psikologis anak tetap optimal sebelum kembali ke rutinitas belajar.
Apabila orang tua merasa anak menunjukkan perubahan perilaku yang berlangsung terus-menerus, mengalami kesulitan mengelola emosi, atau ingin mengetahui potensi dan gaya belajar anak lebih dini, berkonsultasi dengan psikolog merupakan langkah yang bijak. Penanganan sejak awal dapat membantu anak tumbuh lebih percaya diri dan berkembang secara optimal.
Percayakan konsultasi Psikolog dan Psikiater kepada RS Roemani Muhammadiyah Semarang
📍 Instalasi Poli Rawat jalan – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Senin - Jumat 07.00 - 21.00
Sabtu 07.00 - 19.00
RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami.
Referensi
Tidak ada Komentar