Setelah Memahami 1000 HPK, Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua untuk Mencegah Stunting?
- 02 September 2026
- 222
“Kok akhir-akhir ini banyak banget yang flu?”
“Di kantor banyak yang batuk dan pilek.”
“Tenggorokan sakit, badan pegal, terus demam. Ini Influenza A bukan?”
Belakangan, keluhan seperti flu, batuk, pilek, radang tenggorokan, demam, dan badan terasa lemas memang cukup sering diperbincangkan.
Istilah Influenza A juga semakin sering muncul di media sosial maupun percakapan sehari-hari. Tidak sedikit yang kemudian bertanya-tanya, apakah Influenza A merupakan virus baru? Apakah setiap batuk dan pilek berarti Influenza A? Dan yang tidak kalah penting, apakah influenza bisa berkembang menjadi pneumonia?
Yuk, kenali faktanya supaya tidak panik, tetapi tetap waspada.
Influenza A merupakan salah satu tipe virus influenza yang dapat menyebabkan influenza musiman atau flu.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, influenza musiman disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Di Indonesia, virus Influenza A merupakan virus yang paling sering menyebabkan flu musiman. Karena Indonesia termasuk negara tropis, influenza dapat terjadi sepanjang tahun, bukan hanya pada musim tertentu.
Kemenkes juga pada 2026 menerbitkan surat edaran mengenai penanggulangan Influenza A(H3N2) Subclade K. Dalam laporan Kemenkes, A(H3N2) disebut sebagai bagian dari influenza musiman, dan gejalanya secara umum mengarah pada gejala flu seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot, dan badan terasa tidak enak.
Jadi, ketika mendengar “Influenza A”, bukan berarti otomatis sedang terjadi penyakit baru.
Yang penting adalah memahami gejalanya, mengetahui siapa yang lebih berisiko mengalami penyakit berat, dan mengetahui kapan harus mendapatkan pemeriksaan.
Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang mudah menular dari satu orang ke orang lain. Virus dapat menyebar melalui percikan pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan atau benda yang terkontaminasi virus.
Itulah mengapa situasi seperti ini cukup familiar:
“Teman satu kantor sakit.” .Besoknya mulai ada yang batuk.
Beberapa hari kemudian, orang lain mulai pilek.
Lalu sampai rumah...“Kok sekarang serumah ikut batuk semua?”
Bukan berarti setiap batuk pasti influenza. Banyak virus lain juga dapat menyebabkan keluhan saluran pernapasan dengan gejala yang mirip.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa setiap flu adalah Influenza A.
Gejala influenza biasanya muncul secara cukup tiba-tiba. Beberapa gejala yang umum antara lain:
Kemenkes menjelaskan bahwa masa inkubasi influenza biasanya sekitar 1–4 hari, dengan rata-rata sekitar dua hari setelah seseorang terinfeksi. Sebagian besar orang dapat pulih dalam sekitar satu minggu, meskipun batuk dapat bertahan selama dua minggu atau lebih.
WHO juga menyebutkan bahwa gejala influenza umumnya berupa demam yang muncul tiba-tiba, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot atau sendi, sakit kepala, dan kelelahan.
Tapi, Apakah Batuk dan Pilek Berarti Influenza A?
Belum tentu. Ini penting untuk dipahami.
Batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam juga dapat terjadi pada berbagai infeksi saluran pernapasan lainnya.
Jadi, jangan langsung berpikir:
“Saya batuk dan pilek, berarti Influenza A.”
Diagnosis influenza dapat dilakukan berdasarkan penilaian klinis dan, bila diperlukan, pemeriksaan seperti RT-PCR dari spesimen swab nasofaring atau orofaring.

Bisa, tetapi tidak berarti setiap orang yang terkena influenza pasti mengalami pneumonia. Sebagian besar orang yang terkena influenza dapat pulih dengan perawatan yang tepat. Namun, influenza dapat menyebabkan penyakit yang lebih berat dan komplikasi, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi. Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau infeksi pada paru-paru.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk virus dan bakteri. Influenza sendiri dapat menjadi salah satu infeksi virus yang berhubungan dengan komplikasi pada saluran pernapasan bawah, termasuk pneumonia.
Awalnya mungkin hanya terasa seperti flu biasa:
Hari pertama:
“Kayaknya masuk angin.”
Hari kedua:
“Mulai pilek dan tenggorokan sakit.”
Hari ketiga:
“Batuknya makin sering.”
Namun pada sebagian orang, infeksi dapat menjadi lebih berat dan melibatkan saluran pernapasan bagian bawah. Selain pneumonia yang disebabkan langsung oleh infeksi virus, seseorang yang mengalami influenza juga dapat mengalami infeksi sekunder, misalnya infeksi bakteri. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya “sudah berapa hari batuk?”, tetapi juga: Apakah kondisi semakin membaik atau justru semakin berat?
Ini juga perlu diluruskan.
Setelah influenza, batuk dapat bertahan selama dua minggu atau lebih. Jadi, batuk yang belum sepenuhnya hilang tidak otomatis berarti pneumonia.
Pneumonia dapat memiliki gejala yang mirip dengan flu pada tahap awal. Namun, beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
Kemenkes mencantumkan sesak napas, nyeri dada saat bernapas atau batuk, batuk, kelelahan, demam atau menggigil, dan perubahan status mental sebagai gejala yang dapat ditemukan pada pneumonia.
Jika muncul sesak napas, nyeri dada, kondisi kesadaran berubah, atau kondisi memburuk, jangan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Influenza dapat menyerang siapa saja. Namun, risiko mengalami penyakit berat lebih tinggi pada kelompok tertentu. Menurut Kemenkes, kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih antara lain:
WHO juga merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan terutama untuk kelompok berisiko, termasuk ibu hamil, anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, lansia, orang dengan penyakit kronis, serta tenaga kesehatan.
Jika mengalami gejala flu dan kondisi masih ringan, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan.
Kemenkes juga menganjurkan orang yang terkena influenza untuk beristirahat, minum cukup, menjaga kondisi tubuh, dan segera menghubungi tenaga kesehatan apabila gejala memburuk.
Bisa diupayakan.
Tidak ada cara yang dapat menjamin seseorang tidak akan pernah terkena influenza, tetapi berbagai langkah dapat membantu menurunkan risiko penularan dan penyakit berat.
Mulai dari kebiasaan sederhana:
Dan salah satu langkah pencegahan yang penting adalah vaksinasi influenza.

Virus influenza terus mengalami perubahan. Karena itu, komposisi vaksin influenza juga diperbarui secara berkala berdasarkan pemantauan virus yang beredar. WHO merekomendasikan pembaruan komposisi vaksin secara berkala dan vaksinasi tahunan sebagai salah satu langkah utama untuk mencegah influenza.
Kemenkes juga merekomendasikan vaksin influenza setahun sekali, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis tertentu.
Dan yang perlu diingat: Vaksin influenza bukan berarti membuat seseorang kebal 100% dari flu.
Namun, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk membantu mencegah influenza dan dapat mengurangi risiko penyakit berat serta komplikasinya. WHO menyebut vaksinasi sebagai cara terbaik untuk mencegah influenza.
Jadi, vaksinasi bukan hanya soal:
“Supaya saya tidak sakit.”
Tetapi juga:
“Supaya risiko sakit berat dan menularkan kepada orang di sekitar bisa dikurangi.”
Kalau jawabannya belum, mungkin sekarang saatnya mulai mempertimbangkannya.
Terutama jika Sobat Roemani:
Tidak perlu menunggu sampai satu rumah gantian batuk dan pilek baru mulai memikirkan pencegahan.
Flu mungkin terlihat sederhana. Tapi ketika datang berulang kali, aktivitas bisa ikut terganggu. Istirahat jadi kurang nyaman, pekerjaan tertunda, dan tanpa sadar orang-orang di sekitar kita juga bisa ikut tertular. Karena itu, jangan menunggu sampai tubuh benar-benar drop baru mulai peduli.
Salah satu langkah pencegahan yang bisa dipertimbangkan adalah vaksinasi influenza. Vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko terkena influenza dan risiko penyakit yang lebih berat.Menjaga kesehatan bukan hanya tentang sembuh ketika sakit, tetapi juga tentang mengambil langkah untuk tetap sehat.
Yuk, mulai dari satu langkah sederhana hari ini.
Lindungi diri, jaga keluarga, dan pertimbangkan vaksinasi influenza bersama RS Roemani Rumah Sehat Keluarga Islami

Klik disini untuk reservasi vaksin dan informasi lebih lanjut .
Catatan: Vaksinasi diberikan sesuai indikasi dan hasil skrining tenaga kesehatan. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau riwayat alergi, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
📍 Instalasi Poli Eksekutif Ibrahim Tower– RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📱 Marketing (rekanan & kerja sama): 0812 2691 6238
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Buka
Senin - Sabtu 07.00 - 14.00
RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Tidak ada Komentar