Serah Terima dan Syukuran Ibrahim Tower, Tonggak Baru Penguatan Layanan RS Roemani Muhammadiyah Semarang
- 13 Mei 2026
- 245

Program skrining kesehatan yang dilakukan pemerintah menemukan ratusan ribu anak Indonesia mengalami peningkatan tekanan darah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pola hidup modern, makanan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, dan obesitas mulai berdampak langsung pada kesehatan anak sejak usia sekolah.
Berdasarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan RI periode Januari hingga Mei 2026, sekitar 663 ribu anak terindikasi mengalami peningkatan tekanan darah dari total 4,8 juta anak yang menjalani skrining kesehatan. Angka tersebut mencapai sekitar 22,1% dari total anak yang diperiksa.
Selain itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan angka kejadian hipertensi pada anak dan remaja di Indonesia berada di kisaran 3,11% hingga 4,6%.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 juga menunjukkan hipertensi mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Pada usia 18–24 tahun, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran mencapai 10,7%.
Temuan ini menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi tidak lagi hanya menyerang orang tua, tetapi sudah mulai muncul sejak usia anak dan remaja.
Hipertensi pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari gaya hidup maupun kondisi medis tertentu.
Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan antara lain:
Saat ini, pola hidup sedentary atau minim aktivitas fisik menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya tekanan darah pada anak. Anak lebih banyak duduk bermain gadget dibanding aktif bergerak di luar rumah.
Baca juga artikel terkait lainnya Obesitas pada Anak Meningkat: Penyebab & Cara Mengatasinya
Pola makan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus hipertensi pada anak. Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak berlebih secara terus-menerus dapat meningkatkan tekanan darah sejak usia dini.
Beberapa makanan yang perlu dibatasi antara lain:
Kandungan natrium (garam) yang tinggi pada makanan tersebut dapat memicu tekanan darah meningkat, terutama jika anak jarang beraktivitas fisik.
WHO menganjurkan konsumsi garam harian tidak berlebihan untuk membantu menjaga tekanan darah tetap normal:
Sayangnya, banyak anak maupun orang dewasa sudah mengonsumsi garam berlebih dari makanan instan, jajanan, snack kemasan, dan makanan cepat saji sehari-hari.
Hipertensi pada anak sering disebut sebagai “silent disease” karena banyak kasus tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun beberapa tanda berikut perlu diwaspadai:
Karena gejalanya sering samar, pemeriksaan tekanan darah rutin pada anak menjadi sangat penting, terutama jika anak memiliki berat badan berlebih atau riwayat keluarga hipertensi.
Hipertensi yang tidak ditangani sejak dini dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh secara perlahan.
Risiko jangka panjangnya meliputi:
Anak dengan tekanan darah tinggi juga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami hipertensi menetap hingga usia dewasa.
Pencegahan hipertensi perlu dimulai dari rumah melalui perubahan gaya hidup sehat.
Berikut langkah yang bisa dilakukan orang tua:
Kurangi konsumsi:
Anak dianjurkan aktif bergerak minimal 60 menit setiap hari, seperti:
Kurangi durasi bermain gadget dan televisi agar anak lebih aktif bergerak.
Obesitas menjadi salah satu faktor risiko terbesar hipertensi pada anak.
Perbanyak:
Pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan terutama pada anak dengan faktor risiko.
Baca Juga: Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi), Ancaman Diam-Diam yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Meningkatnya kasus hipertensi pada anak di Indonesia menjadi pengingat bahwa gaya hidup sehat harus dimulai sejak dini. Orang tua perlu lebih waspada terhadap pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari anak.
Deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah komplikasi serius di masa depan. Jangan tunggu sampai muncul gejala berat, karena hipertensi pada anak sering datang tanpa tanda yang jelas.
Jika anak sering mengeluh sakit kepala, mudah lelah, mengalami obesitas, atau memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih dini.
Yuk konsultasikan kesehatan anak di RS Roemani Muhammadiyah Semarang bersama dokter terpercaya agar tekanan darah dan tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik sejak dini.
📍 Instalasi Poliklinik – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Buka
Senin - Jumat 07.00 - 21.00
Sabtu 07.00 - 19.00
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami
Tidak ada Komentar