Hipertensi pada Anak Meningkat di Indonesia, Orang Tua Jangan Anggap Sepele

Oleh: Amaliarf 18 Mei 2026 11:35:16
0 Komentar 31 Penonton
Tekanan darah tinggi atau hipertensi selama ini identik dengan orang dewasa dan lansia. Namun kini, kondisi tersebut mulai banyak ditemukan pada anak dan remaja di Indonesia. Fakta ini menjadi alarm serius karena hipertensi pada usia dini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal saat dewasa.

Program skrining kesehatan yang dilakukan pemerintah menemukan ratusan ribu anak Indonesia mengalami peningkatan tekanan darah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pola hidup modern, makanan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, dan obesitas mulai berdampak langsung pada kesehatan anak sejak usia sekolah.

Data dan Fakta Hipertensi Anak di Indonesia

Berdasarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan RI periode Januari hingga Mei 2026, sekitar 663 ribu anak terindikasi mengalami peningkatan tekanan darah dari total 4,8 juta anak yang menjalani skrining kesehatan. Angka tersebut mencapai sekitar 22,1% dari total anak yang diperiksa.

Selain itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan angka kejadian hipertensi pada anak dan remaja di Indonesia berada di kisaran 3,11% hingga 4,6%.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 juga menunjukkan hipertensi mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Pada usia 18–24 tahun, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran mencapai 10,7%.

Temuan ini menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi tidak lagi hanya menyerang orang tua, tetapi sudah mulai muncul sejak usia anak dan remaja.

Kenapa Anak Bisa Mengalami Hipertensi?

Hipertensi pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari gaya hidup maupun kondisi medis tertentu.

Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan antara lain:

  • Konsumsi makanan tinggi garam dan makanan instan
  • Terlalu sering minum minuman manis
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Kurang aktivitas fisik
  • Kebiasaan bermain gadget terlalu lama
  • Kurang tidur
  • Riwayat hipertensi dalam keluarga
  • Gangguan ginjal atau kelainan hormonal tertentu

Saat ini, pola hidup sedentary atau minim aktivitas fisik menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya tekanan darah pada anak. Anak lebih banyak duduk bermain gadget dibanding aktif bergerak di luar rumah.
Baca juga artikel terkait lainnya  Obesitas pada Anak Meningkat: Penyebab & Cara Mengatasinya

Makanan Pemicu Hipertensi pada Anak

Pola makan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus hipertensi pada anak. Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak berlebih secara terus-menerus dapat meningkatkan tekanan darah sejak usia dini.

Beberapa makanan yang perlu dibatasi antara lain:

  • Mi instan dan fast food
  • Nugget, sosis, dan frozen food
  • Snack kemasan dan makanan terlalu asin
  • Minuman manis dan soda
  • Gorengan berlebihan

Kandungan natrium (garam) yang tinggi pada makanan tersebut dapat memicu tekanan darah meningkat, terutama jika anak jarang beraktivitas fisik.

Berapa Batas Aman Garam untuk Anak?

WHO menganjurkan konsumsi garam harian tidak berlebihan untuk membantu menjaga tekanan darah tetap normal:

  • Anak usia sekolah dan remaja: maksimal 5 gram garam per hari atau sekitar 1 sendok teh sama dengan batas garam dewasa
  • Anak usia lebih kecil dianjurkan lebih rendah dari itu

Sayangnya, banyak anak maupun orang dewasa sudah mengonsumsi garam berlebih dari makanan instan, jajanan, snack kemasan, dan makanan cepat saji sehari-hari.

Gejala Hipertensi pada Anak yang Sering Tidak Disadari

Hipertensi pada anak sering disebut sebagai “silent disease” karena banyak kasus tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun beberapa tanda berikut perlu diwaspadai:

  • Sering sakit kepala
  • Mudah lelah
  • Mimisan berulang
  • Pusing
  • Gangguan penglihatan
  • Sulit konsentrasi
  • Sesak atau nyeri dada pada kondisi berat

Karena gejalanya sering samar, pemeriksaan tekanan darah rutin pada anak menjadi sangat penting, terutama jika anak memiliki berat badan berlebih atau riwayat keluarga hipertensi.

Bahaya Hipertensi Jika Terjadi Sejak Anak-anak

Hipertensi yang tidak ditangani sejak dini dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh secara perlahan.

Risiko jangka panjangnya meliputi:

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Gangguan ginjal
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Gangguan metabolik
  • Penurunan kualitas hidup saat dewasa

Anak dengan tekanan darah tinggi juga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami hipertensi menetap hingga usia dewasa.

Cara Mencegah Hipertensi pada Anak

Pencegahan hipertensi perlu dimulai dari rumah melalui perubahan gaya hidup sehat.

Berikut langkah yang bisa dilakukan orang tua:

1. Batasi Makanan Tinggi Garam

Kurangi konsumsi:

  • Makanan instan
  • Snack kemasan
  • Fast food
  • Makanan terlalu asin

2. Perbanyak Aktivitas Fisik

Anak dianjurkan aktif bergerak minimal 60 menit setiap hari, seperti:

  • Bermain di luar rumah
  • Bersepeda
  • Olahraga ringan
  • Jalan kaki

3. Batasi Screen Time

Kurangi durasi bermain gadget dan televisi agar anak lebih aktif bergerak.

4. Jaga Berat Badan Ideal

Obesitas menjadi salah satu faktor risiko terbesar hipertensi pada anak.

5. Biasakan Pola Makan Sehat

Perbanyak:

  • Sayur
  • Buah
  • Protein sehat
  • Air putih

6. Rutin Periksa Kesehatan Anak

Pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan terutama pada anak dengan faktor risiko.
Baca Juga: Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi), Ancaman Diam-Diam yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Hipertensi Anak Bukan Masalah Sepele

Meningkatnya kasus hipertensi pada anak di Indonesia menjadi pengingat bahwa gaya hidup sehat harus dimulai sejak dini. Orang tua perlu lebih waspada terhadap pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari anak.

Deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah komplikasi serius di masa depan. Jangan tunggu sampai muncul gejala berat, karena hipertensi pada anak sering datang tanpa tanda yang jelas.

Jika anak sering mengeluh sakit kepala, mudah lelah, mengalami obesitas, atau memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih dini.

Yuk konsultasikan kesehatan anak di RS Roemani Muhammadiyah Semarang bersama dokter terpercaya agar tekanan darah dan tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik sejak dini.

Lokasi dan Informasi Layanan

📍 Instalasi Poliklinik – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260

📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani

📅 Pendaftaran Online RS Roemani


Buka
Senin - Jumat     07.00 - 21.00
Sabtu                  07.00 - 19.00


Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang

Rumah Sehat Keluarga Islami


 

Referensi 
Tags:
hipertensi pada anak darah tinggi pada anak makanan pemicu hipertensi anak penyebab hipertensi pada anak batas aman garam anak gejala hipertensi pada anak apakah hipertensi pada anak bisa sembuh

Tidak ada Komentar

Komentar Baru