Bahaya Gula Berlebih & Aturan Kemenkes Terbaru untuk Kesehatan
- 15 April 2026
- 68

Teh manis, kopi susu, minuman kekinian semuanya terasa menyegarkan dan sudah jadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Tanpa disadari, asupan gula harian bisa dengan mudah melebihi batas aman.
Masalahnya, dampak konsumsi gula berlebih tidak langsung terasa. Banyak orang merasa baik-baik saja, hingga akhirnya muncul keluhan seperti cepat lelah, berat badan naik, atau bahkan terdiagnosis penyakit serius.
Fenomena ini bahkan mulai banyak terjadi pada usia muda.
Baca juga: Hipertensi dan Diabetes Kini Menyerang Usia Muda, Kenapa Bisa?
Pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, dan gaya hidup modern menjadi faktor utama meningkatnya kasus tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI resmi menerbitkan kebijakan baru terkait pencantuman label gizi berupa Nutri-Level pada pangan siap saji, khususnya minuman berpemanis. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 dan mulai diterapkan pada pelaku usaha skala besar sebagai upaya mendorong masyarakat lebih sadar terhadap kandungan gula dalam produk yang dikonsumsi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan sebagai langkah edukasi untuk menekan konsumsi berlebih gula, garam, dan lemak (GGL) yang selama ini berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2.
.jpg)
Langkah ini bukan tanpa alasan. Konsumsi gula berlebih menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya penyakit tidak menular seperti:
Artinya, hanya dari 2–3 jenis minuman saja, kebutuhan gula harian sudah bisa melebihi batas aman.
Batas ini sebenarnya cukup kecil jika dibandingkan dengan pola konsumsi saat ini. Tanpa disadari, asupan gula bisa cepat terakumulasi dari berbagai sumber dalam satu hari.
Contoh sederhana:
Belum lagi gula tersembunyi dari makanan sehari-hari seperti kecap manis, saus, roti, yogurt rasa, hingga bumbu instan. Jika dikonsumsi bersamaan dalam satu hari, total asupan gula bisa mencapai 60–90 gram, jauh di atas batas aman.
Kelebihan gula yang terus terjadi dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Banyak orang mengira hanya minuman manis yang mengandung gula tinggi. Padahal, gula juga banyak terdapat pada produk yang tidak selalu terasa manis.
.jpg)
Beberapa contoh produk tinggi gula yang sering tidak disadari:
Agar tidak tertipu gula tersembunyi, penting untuk memahami label kemasan.
Baca juga: Panduan Cerdas Membaca Label Gizi-- Pilihan Tepat untuk Gaya Hidup Sehat
.jpg)
Untuk memahami dampak gula dari minuman harian, Sobat bisa membaca: Kelihatannya Cuma Minuman, Tapi Gula Berlebih Bisa Bikin Organ Berantakan !
Karena dampaknya sering tidak terasa di awal, pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk deteksi dini:
Mengontrol gula adalah langkah sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Jangan tunggu sampai muncul keluhan atau penyakit.
RS Roemani Muhammadiyah Semarang siap membantu Sobat dengan layanan lengkap:
Periksa sekarang, ketahui kondisi tubuh Sobat dan keluarga lebih awal, dan mulai hidup lebih sehat bersama RS Roemani.
Informasi & pendaftaran Layanan:
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📅Cek Jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Poliklinik Buka
Senin - Jumat 07.00 - 21.00
Sabtu 07.00 - 19.00
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami
Simak :
Referensi : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Kemenkes terbitkan aturan pencantuman label gizi Nutri-Level pada pangan siap saji. Jakarta: Kemenkes RI.
Oleh : amaliarf
Tidak ada Komentar