Bahaya Gula Berlebih & Aturan Kemenkes Terbaru untuk Kesehatan
- 15 April 2026
- 124
Oleh: Amaliarf
Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia 2026, RS Roemani Muhammadiyah Semarang telah menyelenggarakan webinar edukasi dengan tema global:
“Yes! We Can End TB. Led by Countries, Powered by People”
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 09 April 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube RS Roemani.
Webinar ini menghadirkan narasumber kompeten, dr. Andre Damardana Tahitoe, Sp.PD, FINASIM, AIFO-K serta moderator oleh dr. Galang Kusuma Anantyo, AIFO-K yang membahas perkembangan terkini serta strategi penanggulangan TB, mulai dari aspek klinis hingga pentingnya kolaborasi antar tenaga kesehatan. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai FKTP di Kota Semarang sebagai bentuk penguatan sinergi menuju eliminasi TB.
Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dengan beban kasus yang tinggi. Hal ini juga ditegaskan dalam pemaparan narasumber pada webinar yang menyoroti kondisi TB terkini di Indonesia.
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua sebagai negara dengan beban kasus TB tertinggi di dunia. Diperkirakan terdapat lebih dari 1 juta kasus TB setiap tahun, dengan angka kematian mencapai lebih dari 100 ribu jiwa per tahun, menjadikan TB sebagai salah satu penyakit menular paling mematikan di Indonesia.
Di sisi lain, upaya penemuan kasus terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi indikator bahwa sistem deteksi dan pelaporan semakin membaik, meskipun masih terdapat kesenjangan antara jumlah kasus yang diperkirakan dengan yang berhasil ditemukan dan diobati. Sebagian besar kasus juga terjadi pada usia produktif, sehingga berdampak tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam webinar ini juga disampaikan bahwa kemajuan inovasi medis menjadi salah satu kunci penting, seperti pemanfaatan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk diagnosis yang lebih cepat serta penggunaan regimen terapi terbaru seperti BPaL/BPaLM pada kasus TB resisten obat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan masih besar, harapan untuk mencapai eliminasi TB tetap terbuka, terutama melalui penguatan deteksi dini, pengobatan yang tuntas, serta kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga Pengobatan TBC RO Hanya 6 Bulan -- #Sem6uhLebihCepat
Penanganan TB kini tidak lagi berfokus hanya pada pengobatan, tetapi telah bergeser menuju eliminasi secara menyeluruh.
Pendekatan ini menekankan dua aspek penting:
Sinergi antara keduanya menjadi kunci dalam keberhasilan pengendalian TB di masyarakat.
.jpg)
Peserta webinar diingatkan untuk lebih waspada terhadap gejala TB, terutama:
Selain TB paru, tenaga kesehatan juga perlu mewaspadai TB ekstra paru yang dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti pembesaran kelenjar getah bening atau gangguan pada organ lain.
Diagnosis dini melalui TCM yang didukung pemeriksaan radiologi menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah penularan.
Penanganan TB menjadi lebih kompleks pada pasien dengan komorbid, di antaranya:
Pasien dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena TB. Di sisi lain, infeksi TB juga dapat memperburuk kontrol gula darah. Interaksi obat menjadi tantangan tersendiri dalam terapi.
Pada pasien HIV, TB menjadi salah satu penyebab utama kematian. Sementara pada pasien geriatri, gejala sering tidak khas sehingga memerlukan ketelitian dalam diagnosis dan penyesuaian terapi.
.jpg)
TB resisten obat menjadi perhatian serius dalam upaya eliminasi TB. Penyebab utamanya antara lain ketidakteraturan minum obat dan putus pengobatan.
Dalam webinar ini juga ditekankan pentingnya:
Langkah-langkah tersebut penting untuk mencegah pasien berhenti berobat sebelum tuntas.
Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam pengendalian TB, di antaranya:
Pendekatan yang terintegrasi akan meningkatkan keberhasilan terapi serta menekan angka penularan di masyarakat.
Eliminasi TB dimulai dari praktik sehari-hari di fasilitas kesehatan, melalui ketelitian diagnosis, pengelolaan pasien yang tepat, serta komunikasi yang empatik.
“Satu pasien yang tuntas berobat, dapat menyelamatkan ratusan nyawa di komunitas.”
Dengan sistem yang sudah disiapkan dan peran aktif seluruh tenaga kesehatan, harapan untuk mengakhiri TB semakin nyata.
Batuk tak kunjung sembuh? Waspada TB. Periksa sekarang di RS Roemani dan dapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat sejak dini.
Langkah kecil hari ini dapat melindungi kesehatan Sobat dan orang-orang di sekitar.
Selengkapnya :
Informasi & pendaftaran Layanan:
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📱 Marketing (rekanan & kerja sama): 0812 2691 6238
Klinik MCU Eksekutif Yusuf
Senin - Sabtu 07.00 - 14.00
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami
Tidak ada Komentar