Roemani News: RS Roemani Gandeng Puskesmas Srondol, Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di Halal Bihalal PRM Padangsari
- 20 April 2026
- 80

Lalu sebenarnya, apakah penderita GERD boleh puasa? Dan bagaimana cara agar gejala tidak kambuh selama Ramadan?
Mari kita bahas secara medis dan praktis supaya ibadah tetap lancar tanpa gangguan lambung.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan karena katup lambung tidak menutup dengan baik. Kondisi ini bisa menimbulkan:
Sensasi panas di dada (heartburn)
Rasa asam atau pahit di mulut
Perut kembung
Mual
Batuk kering terutama malam hari
Secara fisiologis, saat puasa lambung memang kosong lebih lama. Pada sebagian orang, ini justru membantu memperbaiki pola makan. Namun jika sahur terlalu pedas, berbuka berlebihan, atau langsung tidur setelah makan, risiko refluks meningkat.

Jika Sobat Roemani sering bingung membedakan nyeri dada karena asam lambung atau masalah jantung, baca juga artikel kami tentang perbedaan nyeri dada akibat GERD dan serangan jantung.
Pada dasarnya, penderita GERD ringan hingga sedang tetap bisa menjalani puasa, selama:
Gejala terkontrol
Rutin minum obat sesuai anjuran dokter
Tidak ada komplikasi serius
Namun jika muncul muntah berulang, sulit menelan, atau nyeri hebat, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu.
Berikut beberapa tips puasa aman bagi penderita asam lambung:
Utamakan:
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal
Protein rendah lemak seperti telur rebus atau ayam tanpa kulit
Sayuran yang tidak memicu gas
Hindari:
Makanan pedas dan terlalu asam
Gorengan
Santan berlebihan
Kopi saat sahur
Beri jeda minimal 1–2 jam sebelum kembali berbaring. Posisi tidur terlalu cepat membuat asam lambung lebih mudah naik.
Awali dengan air putih dan kurma secukupnya. Hindari langsung makan besar dalam jumlah banyak. Tekanan lambung yang meningkat mendadak sering menjadi penyebab GERD kambuh saat puasa Ramadan.
Obat lambung seperti PPI atau antasida tetap bisa dikonsumsi saat sahur atau berbuka sesuai arahan dokter. Jangan menghentikan pengobatan tanpa konsultasi.
Jika Sobat Roemani memiliki keluhan lambung lain atau riwayat penyakit dalam, informasi layanan lengkap dapat dilihat pada halaman Spesialis Penyakit Dalam. dan Spesialis Gastroentero Hepatologi

Segera periksa jika mengalami:
Nyeri dada berat
Muntah berulang
BAB berwarna hitam
Berat badan turun tanpa sebab
Sulit menelan
Kondisi ini bisa mengarah pada komplikasi dan perlu evaluasi medis lebih lanjut.
Menariknya, beberapa pasien justru melaporkan gejala membaik saat puasa karena pola makan menjadi lebih teratur. Kuncinya ada pada disiplin menjaga jenis makanan, porsi, dan waktu istirahat.
Puasa bukan musuh bagi penderita GERD. Dengan pengaturan yang tepat, Ramadan tetap bisa dijalani dengan nyaman dan aman.
Jika asam lambung naik saat puasa terjadi berulang dan semakin berat, jangan menunda pemeriksaan. Evaluasi lebih dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan kondisi lambung tetap terkontrol selama Ramadan.
Ramadan Tetap Sehat bersama RS Roemani Muhammadiyah Semarang
📍 Instalasi Poliklinik – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Buka
Senin - Jumat 07.00 - 21.00
Sabtu 07.00 - 19.00
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami
Tidak ada Komentar