Roemani News: RS Roemani Gandeng Puskesmas Srondol, Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di Halal Bihalal PRM Padangsari
- 20 April 2026
- 80
Oleh : Fauzi Achmadana
Editor : Amaliarf

Penyakit Akibat Kerja (PAK) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak terjadi di Indonesia. Salah satu jenis PAK yang sering dialami pekerja adalah gangguan pada lutut dan pinggul, yang umumnya disebabkan oleh aktivitas kerja seperti mengangkat beban berat, posisi kerja tidak ergonomis, serta gerakan berulang dalam jangka waktu lama.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan faktor ergonomi di tempat kerja seperti mengangkat beban berat dan bekerja dengan postur janggal dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal, termasuk osteoartritis lutut dan pinggul pada pekerja. Gangguan muskuloskeletal akibat kerja merupakan salah satu penyebab disabilitas tertinggi di dunia dan dipengaruhi oleh beban biomekanik, repetisi gerakan, serta postur tubuh yang tidak alami selama aktivitas kerja.
Pendekatan ergonomi yang tepat di tempat kerja terbukti dapat membantu mencegah terjadinya cedera dan gangguan sendi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi gangguan muskuloskeletal pada penduduk usia ≥15 tahun di Indonesia mencapai sekitar 24,7%. Gangguan ini banyak ditemukan pada kelompok pekerja dan berkaitan erat dengan faktor ergonomi kerja, termasuk keluhan pada ekstremitas bawah seperti lutut dan pinggul
Gejala awal Penyakit Akibat Kerja (PAK) dapat bervariasi, umumnya berupa keluhan nyeri dan sensasi tidak nyaman pada sendi maupun otot. Berikut beberapa gejala yang sering muncul:
Apabila gejala tersebut muncul secara berulang atau semakin memburuk, pekerja disarankan segera melakukan pemeriksaan kesehatan.
Beberapa jenis pekerjaan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan lutut dan pinggul, antara lain:
1. Petani
2. Pekerja Konstruksi / Bangunan
3. Pekerja Pabrik / Operator Produksi
4. Pekerja Kebersihan (Cleaning Service)
5. Pengemudi

Mengurangi aktivitas yang memberi tekanan berlebih pada lutut dan pinggul sangat penting. Pengaturan waktu istirahat berkala (micro break) dapat membantu mencegah kelelahan otot dan sendi.
Pekerja yang mengalami keluhan nyeri sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan dapat meliputi konsultasi dokter, terapi obat sesuai indikasi, serta fisioterapi untuk memperkuat otot penyangga sendi.
Kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan, sedangkan kompres hangat membantu mengurangi kekakuan sendi. Latihan peregangan dan penguatan otot juga sangat dianjurkan.
Penggunaan knee support atau hip support dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi. Alat bantu angkat beban seperti troli atau hoist juga dapat menurunkan risiko cedera kerja.
Menyesuaikan posisi kerja dan lingkungan kerja agar postur tubuh tetap ideal serta menghindari posisi jongkok atau berlutut terlalu lama.
Saat mengangkat beban, pekerja dianjurkan menekuk lutut, menjaga punggung tetap lurus, dan menghindari gerakan memutar pinggul secara mendadak.
Melakukan peregangan sebelum dan sesudah bekerja membantu menjaga kelenturan sendi. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda juga membantu menjaga kesehatan sendi.
Sepatu kerja dengan sol empuk dan anti slip serta pelindung lutut sangat dianjurkan bagi pekerja dengan risiko tinggi.
Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada lutut dan pinggul sehingga berisiko mempercepat kerusakan sendi.
Edukasi kesehatan kerja dan pemeriksaan kesehatan rutin membantu mendeteksi gangguan muskuloskeletal sejak dini.
Jika Sobat Roemani mengalami nyeri lutut, nyeri pinggul, kekakuan sendi, atau gangguan pergerakan akibat aktivitas kerja, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
RS Roemani Muhammadiyah Semarang menyediakan layanan pemeriksaan gangguan lutut dan pinggul, rehabilitasi medis, serta konsultasi kesehatan kerja yang ditangani oleh tenaga medis profesional dan berpengalaman. Dengan fasilitas medis yang lengkap, pasien dapat memperoleh diagnosis dan terapi sesuai dengan kondisi masing-masing.
Segera jadwalkan pemeriksaan kesehatan sendi di Klinik Orthopedi Subspesialis Panggul dan Lutut RS Roemani Muhammadiyah Semarang untuk membantu menjaga kualitas hidup dan produktivitas kerja Anda.
📍 Instalasi Poli Rawat jalan – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Senin - Jumat 07.00 - 21.00
Sabtu 07.00 - 19.00
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami
Referensi
Manunel, E. S., Azizah, R., Mukono, H. J., Ruliati, L. P., & Landi, S. (2022). Analisis risiko ergonomi dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja batu bata. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 4(2).
https://doi.org/10.36590/jika.v4i2.382Hubungan masa kerja, postur kerja, dan beban kerja fisik dengan keluhan MSDs pada pekerja industri genteng di Desa Sidoluhur Sleman. Periodicals of Occupational Safety and Health, 1(1).
https://doi.org/10.12928/posh.v1i1.6401Tanjungpura University Research. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Osteoarthritis Lutut pada Petani. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan.
Syfanah, H., & Zulhayudin, M. F. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada petani di Kelurahan Purwakarta, Kota Cilegon. Periodicals of Occupational Safety and Health, 1(1).
https://doi.org/10.12928/posh.v1i1.6409
Fadila, W. S. N., Sousanto, B. H., & Yuniastuti, T. (2024). Analisis faktor risiko keluhan MSDs pada kuli panggul di Pasar X Kota Malang. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2).
https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i2.30679
Tidak ada Komentar