Waspadai Penyakit Akibat Kerja yang Menyerang Lutut dan Pinggul

Oleh: Amaliarf 04 Februari 2026 15:00:39
0 Komentar 335 Penonton

Oleh : Fauzi Achmadana
Editor : Amaliarf

Penyakit Akibat Kerja (PAK) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak terjadi di Indonesia. Salah satu jenis PAK yang sering dialami pekerja adalah gangguan pada lutut dan pinggul, yang umumnya disebabkan oleh aktivitas kerja seperti mengangkat beban berat, posisi kerja tidak ergonomis, serta gerakan berulang dalam jangka waktu lama.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan faktor ergonomi di tempat kerja seperti mengangkat beban berat dan bekerja dengan postur janggal dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal, termasuk osteoartritis lutut dan pinggul pada pekerja. Gangguan muskuloskeletal akibat kerja merupakan salah satu penyebab disabilitas tertinggi di dunia dan dipengaruhi oleh beban biomekanik, repetisi gerakan, serta postur tubuh yang tidak alami selama aktivitas kerja.

Pendekatan ergonomi yang tepat di tempat kerja terbukti dapat membantu mencegah terjadinya cedera dan gangguan sendi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi gangguan muskuloskeletal pada penduduk usia ≥15 tahun di Indonesia mencapai sekitar 24,7%. Gangguan ini banyak ditemukan pada kelompok pekerja dan berkaitan erat dengan faktor ergonomi kerja, termasuk keluhan pada ekstremitas bawah seperti lutut dan pinggul


Gejala Awal Penyakit Akibat Kerja

Gejala awal Penyakit Akibat Kerja (PAK) dapat bervariasi, umumnya berupa keluhan nyeri dan sensasi tidak nyaman pada sendi maupun otot. Berikut beberapa gejala yang sering muncul:

  1. Nyeri atau rasa sakit pada sendi
  2. Kekakuan dan penurunan mobilitas
  3. Pembengkakan atau peradangan
  4. Sensasi tidak nyaman pada area sendi
  5. Terbatasnya rentang gerak
  6. Kelelahan dan ketegangan otot
  7. Kesulitan atau gangguan saat bergerak

Apabila gejala tersebut muncul secara berulang atau semakin memburuk, pekerja disarankan segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

Jenis Penyakit Akibat Kerja yang Menyerang Lutut dan Pinggul

  1. Osteoarthritis Lutut dan Pinggul. Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif sendi yang sering disebabkan oleh beban kerja fisik berat, postur kerja tidak ergonomis, serta gerakan repetitif seperti jongkok, berlutut, dan mengangkat beban. Kondisi ini dapat mempercepat kerusakan tulang rawan sendi sehingga menimbulkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak. Pekerjaan seperti petani, buruh konstruksi, dan pekerja dengan aktivitas fisik berat memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoarthritis akibat paparan biomekanik yang berulang.
  2. Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs)WMSDs merupakan gangguan pada otot, sendi, ligamen, dan tendon yang berkaitan dengan aktivitas kerja. Kondisi ini biasanya terjadi akibat postur kerja tidak ergonomis, gerakan repetitif, serta beban kerja berlebih. WMSDs dapat menimbulkan nyeri sendi lutut dan pinggul, pembengkakan, hingga penurunan fungsi sendi apabila tidak ditangani dengan baik.
  3. Bursitis dan Cedera Meniskus, Bursitis adalah peradangan pada kantung pelumas sendi, sedangkan cedera meniskus merupakan kerusakan bantalan sendi lutut. Kedua kondisi ini sering terjadi akibat tekanan berulang pada sendi lutut, terutama pada pekerjaan yang menuntut posisi jongkok atau berlutut dalam waktu lama.

Pekerjaan yang Rentan Mengalami PAK Lutut dan Pinggul

Beberapa jenis pekerjaan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan lutut dan pinggul, antara lain:

1. Petani

  • Bekerja dengan posisi jongkok dan membungkuk dalam waktu lama
  • Aktivitas mencangkul, menanam, dan memanen secara berulang
  • Berisiko mengalami osteoarthritis lutut dan pinggul

2. Pekerja Konstruksi / Bangunan

  • Mengangkat material berat seperti semen, pasir, dan besi
  • Posisi kerja berlutut, naik turun tangga, dan berdiri lama
  • Rentan mengalami nyeri sendi kronis

3. Pekerja Pabrik / Operator Produksi

  • Gerakan repetitif dengan posisi kerja yang statis
  • Minim variasi gerakan dan waktu istirahat
  • Berisiko mengalami gangguan musculoskeletal

4. Pekerja Kebersihan (Cleaning Service)

  • Aktivitas mengepel, menyikat, jongkok, dan berdiri lama
  • Tekanan berulang pada sendi lutut
  • Dapat menyebabkan nyeri sendi kronis

5. Pengemudi

  • Duduk lama dengan posisi pinggul statis
  • Minim peregangan
  • Berisiko mengalami kekakuan sendi dan nyeri pinggul


Cara Mengatasi Penyakit Akibat Kerja pada Lutut dan Pinggul

  1. Istirahat dan Penyesuaian Aktivitas Kerja

Mengurangi aktivitas yang memberi tekanan berlebih pada lutut dan pinggul sangat penting. Pengaturan waktu istirahat berkala (micro break) dapat membantu mencegah kelelahan otot dan sendi.

  1. Pemeriksaan Medis dan Rehabilitasi

Pekerja yang mengalami keluhan nyeri sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan dapat meliputi konsultasi dokter, terapi obat sesuai indikasi, serta fisioterapi untuk memperkuat otot penyangga sendi.

  1. Terapi Kompres dan Latihan Ringan

Kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan, sedangkan kompres hangat membantu mengurangi kekakuan sendi. Latihan peregangan dan penguatan otot juga sangat dianjurkan.

  1. Penggunaan Alat Bantu

Penggunaan knee support atau hip support dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi. Alat bantu angkat beban seperti troli atau hoist juga dapat menurunkan risiko cedera kerja.


Cara Mencegah PAK pada Lutut dan Pinggul

  1. Penerapan Ergonomi Kerja

Menyesuaikan posisi kerja dan lingkungan kerja agar postur tubuh tetap ideal serta menghindari posisi jongkok atau berlutut terlalu lama.

  1. Teknik Kerja yang Benar

Saat mengangkat beban, pekerja dianjurkan menekuk lutut, menjaga punggung tetap lurus, dan menghindari gerakan memutar pinggul secara mendadak.

  1. Olahraga dan Peregangan Rutin

Melakukan peregangan sebelum dan sesudah bekerja membantu menjaga kelenturan sendi. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda juga membantu menjaga kesehatan sendi.

  1. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

Sepatu kerja dengan sol empuk dan anti slip serta pelindung lutut sangat dianjurkan bagi pekerja dengan risiko tinggi.

  1. Menjaga Berat Badan Ideal

Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada lutut dan pinggul sehingga berisiko mempercepat kerusakan sendi.

  1. Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Berkala

Edukasi kesehatan kerja dan pemeriksaan kesehatan rutin membantu mendeteksi gangguan muskuloskeletal sejak dini.


Yuk Konsultasikan Kesehatan Sendi Anda Sekarang  di RS Roemani Muhammadiyah Semarang

Jika Sobat Roemani mengalami nyeri lutut, nyeri pinggul, kekakuan sendi, atau gangguan pergerakan akibat aktivitas kerja, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

RS Roemani Muhammadiyah Semarang menyediakan layanan pemeriksaan gangguan lutut dan pinggul, rehabilitasi medis, serta konsultasi kesehatan kerja yang ditangani oleh tenaga medis profesional dan berpengalaman. Dengan fasilitas medis yang lengkap, pasien dapat memperoleh diagnosis dan terapi sesuai dengan kondisi masing-masing.

Segera jadwalkan pemeriksaan kesehatan sendi di Klinik Orthopedi Subspesialis Panggul dan Lutut RS Roemani Muhammadiyah Semarang untuk membantu menjaga kualitas hidup dan produktivitas kerja Anda.


Lokasi dan Informasi Layanan

📍 Instalasi Poli Rawat jalan – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260

📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani

📅 Pendaftaran Online RS Roemani


Buka

Senin - Jumat     07.00 - 21.00

Sabtu                  07.00 - 19.00


Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang

Rumah Sehat Keluarga Islami


 

Referensi

Manunel, E. S., Azizah, R., Mukono, H. J., Ruliati, L. P., & Landi, S. (2022). Analisis risiko ergonomi dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja batu bata. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 4(2).

https://doi.org/10.36590/jika.v4i2.382Hubungan masa kerja, postur kerja, dan beban kerja fisik dengan keluhan MSDs pada pekerja industri genteng di Desa Sidoluhur Sleman. Periodicals of Occupational Safety and Health, 1(1).

https://doi.org/10.12928/posh.v1i1.6401Tanjungpura University Research. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Osteoarthritis Lutut pada Petani. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan.

Syfanah, H., & Zulhayudin, M. F. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada petani di Kelurahan Purwakarta, Kota Cilegon. Periodicals of Occupational Safety and Health, 1(1).
https://doi.org/10.12928/posh.v1i1.6409

Fadila, W. S. N., Sousanto, B. H., & Yuniastuti, T. (2024). Analisis faktor risiko keluhan MSDs pada kuli panggul di Pasar X Kota Malang. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2).
https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i2.30679

 

Tags:
Penyakit Akibat Kerja Penyakit Kerja

Tidak ada Komentar

Komentar Baru