Roemani News: RS Roemani Gandeng Puskesmas Srondol, Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di Halal Bihalal PRM Padangsari
- 20 April 2026
- 79
Oleh : Fauzi Achmadan
Editor : Amaliarf

Semarang, 16 Februari 2026 – RS Roemani Muhammadiyah Semarang menggelar pelatihan gawat darurat bagi relawan dan tim ambulans untuk memperkuat respon cepat penanganan pasien di lapangan. Kegiatan ini berlangsung di Aula AR Fachruddin, Gedung Yusuf Lantai 1, RS Roemani Muhammadiyah Semarang, Senin (16/2/2026).
Pelatihan ini bertujuan membekali relawan dan petugas ambulans dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menangani kondisi kegawatdaruratan medis di lokasi kejadian sebelum pasien mendapatkan penanganan lanjutan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Fokus utama pelatihan adalah respon cepat, tindakan tepat, dan keselamatan pasien selama proses evakuasi menuju rumah sakit.
Kegiatan ini diikuti oleh relawan dan tim ambulans se-Kota Semarang yang tergabung dalam komunitas ambulans swasta Semarang, termasuk relawan dan tim ambulans dari Lazismu Muhammadiyah. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, baik saat sesi materi maupun praktik langsung di lapangan.

Direktur Pelayanan Medis RS Roemani Muhammadiyah Semarang, dr. Sarwoko Oetomo, MMR., FISQua, dalam sambutannya menegaskan peran relawan dan petugas ambulans sebagai garda terdepan dalam kondisi darurat. Menurutnya, pertolongan pertama yang tepat di lokasi kejadian sangat menentukan stabilitas kondisi pasien sebelum dirujuk ke IGD.
Materi pertama disampaikan oleh Ns. Eny Kusumarini, S.Kep., perawat senior RS Roemani Muhammadiyah Semarang, yang membahas etika berkendara ambulans, penggunaan sirine secara bijak, serta kesiapan kru ambulans dalam merespons panggilan darurat. Peserta juga mengikuti simulasi singkat pengecekan alat medis sebelum keberangkatan dan koordinasi antarpetugas saat menerima laporan darurat.
Materi berikutnya disampaikan oleh dr. Yudhanta Suryadilaga, Sp.JP., FIHA, dokter spesialis jantung RS Roemani, yang memaparkan penanganan awal pasien serangan jantung di lapangan. Peserta diajak memahami tanda dan gejala serangan jantung, pentingnya masa emas penanganan, serta langkah pertolongan pertama sebelum pasien tiba di IGD. Sesi ini dilengkapi praktik interaktif melalui simulasi penanganan pasien nyeri dada dan alur rujukan cepat ke rumah sakit.
Sesi selanjutnya dibawakan oleh Ns. M. Ali Musbihin, S.Kep., perawat senior RS Roemani Muhammadiyah Semarang, yang membahas teknik imobilisasi pada pasien dengan dugaan cedera tulang belakang. Peserta mempraktikkan langsung penggunaan spinal board serta teknik pemindahan pasien yang aman sesuai standar medis untuk mencegah cedera lanjutan.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi sesi diskusi, tanya jawab, serta praktik berbasis studi kasus lapangan. Peserta membahas berbagai situasi kegawatdaruratan yang kerap ditemui, mulai dari penanganan pasien tidak sadar, teknik evakuasi di area sempit, hingga alur rujukan darurat ke rumah sakit.
Melalui kegiatan ini, RS Roemani Muhammadiyah Semarang menegaskan komitmennya dalam mendukung kesiapsiagaan relawan dan tim ambulans. Harapannya, seluruh peserta semakin sigap, terampil, dan percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama di kondisi darurat.
Jika Sobat Roemani atau keluarga butuh penanganan gawat darurat sekarang juga, jangan ragu untuk menghubungi Hotline IGD RS Roemani 0813 4000 4467.
Tim kami siap merespons 24 jam dengan cepat dan sesuai prosedur.
Profile IGD RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Tidak ada Komentar