Roemani News: RS Roemani Gandeng Puskesmas Srondol, Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di Halal Bihalal PRM Padangsari
- 20 April 2026
- 80

Fenomena Obesitas Anak yang Semakin Meningkat
Obesitas pada anak kini menjadi masalah kesehatan global. Data UNICEF menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 10 anak dan remaja usia 5–19 tahun di dunia mengalami obesitas, atau sekitar 188 juta anak. Angka ini bahkan untuk pertama kalinya melampaui jumlah anak yang kekurangan berat badan.
Di Indonesia, kondisinya juga perlu menjadi perhatian. Survei kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 19,7% anak usia 5–12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, sementara 16% remaja usia 13–15 tahun juga mengalami kondisi yang sama.
Artinya, hampir 1 dari 5 anak di Indonesia berisiko mengalami obesitas, yang jika tidak ditangani sejak dini dapat berdampak pada kesehatan mereka di masa depan.
Apa Itu Obesitas pada Anak?
Menurut World Health Organization (WHO), obesitas adalah kondisi penumpukan lemak berlebih dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan.
Pada anak, obesitas biasanya dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) berdasarkan usia dan jenis kelamin. Seorang anak dikategorikan obesitas jika nilai IMT berada pada persentil ke-95 atau lebih dibandingkan anak seusianya.
Karena tubuh anak masih dalam masa pertumbuhan, penilaian obesitas tidak bisa hanya melihat berat badan saja, tetapi perlu evaluasi medis yang tepat.
Penyebab Obesitas pada Anak
.jpg)
Beberapa faktor yang paling sering menyebabkan obesitas pada anak antara lain:
1. Pola Makan Tinggi Kalori
Konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan garam seperti:
Perubahan pola makan modern membuat anak lebih sering mengonsumsi makanan tinggi kalori namun rendah nutrisi.
2. Kurang Aktivitas Fisik
Anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan:
Kurangnya aktivitas fisik membuat energi dari makanan tidak terbakar dengan baik.
3. Kebiasaan Minuman Manis
Penelitian menunjukkan sekitar dua dari tiga anak dan remaja mengonsumsi minuman berpemanis setiap hari, yang berkontribusi pada peningkatan berat badan.
4. Faktor Genetik
Jika orang tua memiliki riwayat obesitas, anak juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang sama.
Dampak Obesitas pada Anak
Obesitas tidak hanya memengaruhi penampilan fisik, tetapi juga kesehatan anak dalam jangka panjang.
Beberapa risiko kesehatan yang dapat muncul antara lain:
Selain itu, obesitas juga dapat berdampak pada kesehatan mental anak, seperti rendahnya rasa percaya diri atau perundungan (bullying).
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
.jpg)
Sobat Roemani, kabar baiknya obesitas pada anak dapat dicegah dan dikendalikan dengan perubahan gaya hidup yang tepat.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Perbaiki Pola Makan Keluarga
Biasakan anak mengonsumsi:
Batasi konsumsi:
2. Ajak Anak Aktif Bergerak
Anak dianjurkan beraktivitas fisik minimal 60 menit per hari, seperti:
3. Batasi Screen Time
Batasi penggunaan gadget maksimal 1–2 jam per hari agar anak lebih aktif bergerak.
4. Jadikan Orang Tua sebagai Contoh
Anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya. Jika orang tua menjalani pola hidup sehat, anak juga akan lebih mudah mengikutinya.
Kapan Anak Perlu Konsultasi ke Dokter?
Jika Sobat Roemani melihat tanda-tanda berikut pada anak:
Evaluasi oleh dokter atau ahli gizi penting untuk mengetahui status gizi anak secara tepat serta menyusun pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.
Klik disini ---> cek jadwal dan daftar konsultasi Dokter Gizi RS Roemani
Sobat Roemani, setiap anak memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Saat anak mengalami kelebihan berat badan, sulit makan, atau pertumbuhan tidak sesuai usianya, orang tua sebaiknya tidak menebak-nebak pola makan yang tepat. Penanganan yang tepat perlu dilakukan melalui evaluasi medis dan perencanaan nutrisi yang sesuai dengan kondisi anak.
Melalui Klinik Gizi Klinis RS Roemani Muhammadiyah Semarang, orang tua dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga profesional untuk:
✔ Mengetahui status gizi dan pola pertumbuhan anak
✔ Mendapatkan perencanaan pola makan sehat dan seimbang
✔ Pendampingan program penurunan atau pengendalian berat badan anak secara aman
✔ Edukasi nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang optimal
Layanan ini juga membantu menangani berbagai kondisi nutrisi seperti obesitas pada anak, malnutrisi, gangguan makan, hingga kebutuhan gizi khusus pada kondisi medis tertentu.
Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat menjalani pola makan yang lebih sehat tanpa mengganggu proses tumbuh kembangnya.

📍 Instalasi Poliklinik – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Buka
Senin - Jumat 07.00 - 21.00
Sabtu 07.00 - 19.00
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami
Lihat Juga
Oleh : Amaliarf
Tidak ada Komentar