Roemani News: RS Roemani Gandeng Puskesmas Srondol, Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di Halal Bihalal PRM Padangsari
- 20 April 2026
- 80

Ramadan adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, puasa juga sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Namun, tidak sedikit orang yang merasa ragu ketika kondisi tubuh sedang kurang sehat.
Pertanyaannya, bolehkah tetap berpuasa saat sakit? Apakah memaksakan diri tetap berpuasa justru berisiko bagi kesehatan?
Dalam Islam, ibadah selalu berjalan seiring dengan prinsip menjaga keselamatan dan kesehatan. Karena itu, agama memberikan panduan yang jelas ketika seseorang berada dalam kondisi sakit.
Baca Juga Ginjal Sehat, Puasa Kuat | Cara Aman Menjaga Fungsi Ginjal Selama Ramadan
Allah SWT memberikan kemudahan bagi umatnya yang tidak mampu menjalankan puasa karena kondisi tertentu. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Syahru ramadhaanalladzii unzila fiihil qur'aanu hudal linnaasi wa bayyinaatim minal hudaa wal furqaan; faman syahida minkumusy syahra falyashumh; wa man kaana mariidan aw 'alaa safarin fa'iddatum min ayyaamin ukhar; yuriidullaahu bikumul yusra wa laa yuriidu bikumul 'usra wa litukmilul 'iddata wa litukabbirullaaha 'alaa maa hadaakum wa la'allakum tasykuruun.
“Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang sedang sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa, kemudian menggantinya di hari lain ketika kondisi sudah membaik.
Keringanan ini dikenal dengan istilah rukhsah, yaitu kemudahan dalam beribadah ketika seseorang mengalami kesulitan atau kondisi khusus.
Islam juga mengingatkan agar umatnya tidak melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri. Allah SWT berfirman:
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Wa anfiqū fī sabīlillāhi wa lā tulqū bi'aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinū, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn(a).
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali ia akan dikalahkan olehnya.”
(HR. Bukhari)
Artinya, memaksakan diri berpuasa ketika kondisi kesehatan tidak memungkinkan justru bertentangan dengan prinsip menjaga keselamatan tubuh.
.jpg)
Menurut penjelasan medis, seseorang yang sedang sakit tidak selalu harus membatalkan puasa. Banyak kondisi ringan yang masih memungkinkan seseorang menjalankan ibadah puasa dengan aman.
Beberapa kondisi yang biasanya masih aman untuk berpuasa, antara lain:
Namun, ada juga kondisi yang memerlukan pertimbangan medis lebih lanjut, misalnya:
Dalam situasi seperti ini, dokter perlu menilai apakah puasa aman dilakukan atau justru berisiko memperburuk kondisi kesehatan.
Bagi orang yang tidak berpuasa karena sakit, Islam memberikan solusi yang tetap adil dan manusiawi.
Jika penyakit bersifat sementara, maka puasa dapat diganti di hari lain setelah Ramadan (qadha).
Namun jika penyakit bersifat kronis atau tidak memungkinkan berpuasa, maka dapat menggantinya dengan fidyah, sesuai ketentuan dalam syariat Islam.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kondisi kesehatan setiap individu.
Menjalankan ibadah puasa dengan kondisi tubuh yang sehat tentu akan membuat ibadah lebih khusyuk dan nyaman. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami kondisi tubuhnya sebelum memutuskan berpuasa saat sakit.
Jika ragu, berkonsultasi dengan tenaga medis adalah langkah bijak agar keputusan yang diambil tetap aman bagi kesehatan.
Baca Juga Puasa Tapi Asam Lambung Naik? Cara Aman Puasa untuk Penderita GERD Saat Ramadan
Jika Sobat Roemanisedang sakit tetapi ingin tetap menjalankan puasa Ramadan dengan aman, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Tim dokter di RS Roemani Muhammadiyah Semarang
siap membantu mengevaluasi kondisi kesehatan Sobat Roemani dan memberikan rekomendasi medis yang tepat, sehingga ibadah puasa tetap bisa dijalankan dengan aman dan nyaman.
Sobat Roemani dapat berkonsultasi terkait:
Menjaga kesehatan adalah bagian dari menjaga amanah yang Allah titipkan kepada kita. Dengan kondisi tubuh yang sehat, ibadah di bulan Ramadan pun dapat dijalankan dengan lebih optimal.
📍 Instalasi Poli Eksekutif Yusuf – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Buka
Senin - Jumat 07.00 - 21.00
Sabtu 07.00 - 19.00
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami
Referensi
Oleh : Amaliarf
Tidak ada Komentar